Sekolah
Saya dan sekolah sudah setiap hari (kecualilibur) kami
bertemu. Walaupun membosankan tapi ada yang menyenangkan. Disetiap ada kesusahan pasti ada teman membantu. Di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Roda hidup yang berputar juga membuat misteri tentang nilai yang akan keluar. Dimanapun peluang muncul jangan sia-siakan peluang sekecil apapun, jangan pernah menyesal karena sesal tidak akan mengubah semuanya dan Mulailah sebuah perjalanan
dengan tujuan akhir yang jelas.
Saya siswa kelas 9 SMP Putra Bangsa angkatan ke-2, walau masuknya di SMP tapi teman-teman bias menerima saya menjadi teman yang baik. Meskipun awalnya saya dianggap “kemaki” oleh teman yang berinisial SR
yang sekarang sudah menjadi teman. Ada senang dan banyak sedihnya waktu sekelas dengan teman-teman.Mulai dari kejadian kecil dan yang memalukan yang
kita anggap seru.Saya akan mulai dengan kelas yang terkecil yang
awalnya agak dikucilkan. Kejadian
ini asli dari narasumber yang terpercaya...!!!
Saya awal masuk SMP pada tahun 2014,
awal masuk saya terlambat karena belum terbiasa dengan sekolah jarak jauh pada
masa itu. Saya juga beradaptasi karena dari sekolah negeri ke sekolah swasta, awalnya
masih binggung dengan peraturan yang ada tapi lama kelamaan pelanggaran saya
makin banyak. Saya mulai mencari teman saat itu dan mulai mengenal dunia Game
yang sampai saat ini sudah memiliki banyak teman dengan komunitas yang luas,
bisa dibilang sukses untuk mendirikan sebuah perkumpulan. Pertama kali saya
ikut ekskul saya memilih dengan banyak ekskul sampai tidak cukup waktu saya
untuk melakukan les dan ekskul. Saat itu saya bisa melakukannya tapi lama
kelamaan mulai malas dan capek karena banyak tekanan.
Kelas 8 saya memulai terbiasa dengan
sifat teman-teman yang sudah saya ketahui sendiri. Saya mulai agak santai
dengan sekolah karena banyak tugas yang menumpuk karena waktu dikumpulkan yang
terbilang mepet. Di kelas 8 juga saya mengikuti lomba menari yang sangat
mengecewakan karena keputusan juri, kita sudah berlatih beberapa minggu
sebelumnya dengan susah-susahnya seorang pemain sepak bola yang terpaksa “bertransisi”
menjadi seorang penari. Walau sudah kecewa saya tetap terima dengan keputusan
yang bagi kita tidak adil, karena jika kita terlalu terlarut dalam kesedihan
kita hanya diam dan menunggu takdir tapi jika kita melanjutkan perjalanan semua
yang kita sesali akan terbayar berkali-kali lipat. Di kelas 8 juga kita
melakukan study tour ke Surabaya, Madura, dan Malang yang bagi saya paling seru
bagi kita. Dan ada 1 kejadian mungkin saya ingat karena guru-gurunya (Bu
Trisna, Miss Widi, dan guru yang lainnya) bersekongkol untuk mengerjain saya
saat ulang tahun :D
Kelas 9 kelas terakhir dan saya sedang
jalankan. Kelas dengan kedisiplinan tingkat tinggi yang membuat stress. Di kelas
ini juga saya mulai meninggalkan teman-teman, game dan hal lainnya. Harapan saya
agar dapat melanjutkan ke SMA dengan baik, dapat membahagiakan ortu, mendapat
apa yang saya inginkan. Sudah sekian cerita tentang saya. Saya mungkin bukan
orang yang baik tapi saya mencoba menjadi hal yang lebih baik.

Waaa keren aku terharu bacanya Fris
BalasHapusTerharu kata2nya bung karno ya :D
HapusMakasih vick
Wih Kata2nya
BalasHapusHaha keren deh !! NICE JOB BRO 😝
BalasHapusnTapz Bang !
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusApik fris, inisial SR nya juga memikat
BalasHapusSR = Sandy Ritista :D
HapusSR = Sandy Ritista :D
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusCeritanya menarik, bahasanya asik
BalasHapus